Selasa, 19 Juni 2012


Kalau kita berbicara tentang keajaiban kita akan mengira itu merupakan sesuatu yang sulit untuk dicerna oleh akal sehat. Dan itu pun terjadi secara tiba-tiba tanpa bisa kita duga bagaimana itu bisa terjadi. Biasanya orang yang bisa mendapatkan keajaiban orang-orang tertentu saja. Tetapi jangan kuatir, disini saya akan member bocoran bagaimana agar kita bisa mendapatkan keajaiban dari Tuhan kita, tidak lain tidak bukan yaitu ALLAH SWT.
            Sebenarnya ada puluhan lebih caara untuk mendapatkan keajaiban, tetapi saya akan mengambil 7 yang terbesar yang disebut 7 KUNCI PEMBUKA PINTU KEAJAIBAN. Dilihat dari judulnya saja tentu kita sudah bertanya-tanya apa saja kuncinya itu. Kalau cari ditukang kunci ada gak ya?????? ( hehehehehehe). Oke langsung saja the first key is
1.      POSITIF THINKING TO ALLAH SWT
Apa maksudnya?????? Kita harus berpikir bahwa segala sesuatu tang terjadi itu pasti ada hikmahnya meskipun kejadian tersebut begitu terasa pahit bagi kita tetapi kita tidak tahu ternyata berakhir dengan bahagia. Begitu juga dengan takdir, kita harus yakin seyakin-yakinnya bahwa takdir yang diberikan Allah kepada kita merupakan takdir yang terbaik  buat kita. Ada beberapa langkah yang dapat kita lakukan agar kita bisa berpikir positif kepada Allah diantaranya yaitu :
·           Sering mengucapkan lafadz Allah baik itu tahmid, tasbih, takbir dan lain sebagainya.
·           Perhatikan kukum alam yang terjadi disekitar kita.

2.      SETIA MENJAGA MIHRAB/TEMPAT SHOLAT
Maksud dari menjaga disini yaitu dengan selalu merawat tempat sholat baik itu yang ada di rumah, mushola atau masjid. Kita selalu beribadah di tempat tersebut juga membersihkan dan yang lebih penting adalah bagaimana cara kita membuta tempat sholat kita lebih terasa hidup dengan syaup-syaup kalam ilahi.

3.      BERSEDEKAH UNTUK KEBAIKAN
Kita sering mendengar perintah dengan kata-kata “sedekah-sedekah”. Tapi kita sering melakukan sedekah karena adanya perintah/anjuran dari orang yang lebih tua dari kita. Jarang sekali kita sedekah atas dasar kesadaran hati dan pikiran kita. Oleh karena itu, kita seharusnya menyadari tentang indahnya saling berbagi sesama makhluk dari satu pencipta yaitu the true of GOD ( Allah SWT ).

4.      MEMPERBANYAK ISTIGHFAR
Ada sebuah kisah nyata tentang hikmah dari istighfar, ceritanya sebagai berikut : ada seorang istri yang mengidap penyakit aneh dan sang dokter pun tidak tahu penyakit apa yang ada di pasien ya. Dan yang paling aneh lagi, sang dokter ini mengharuskan untuk melakukan operasi. Kemudian si Suami pun malamnya menunaikan sholat dan mengingat-ingat kesalahan apa yang telah dia lakukan. Akhirnya si Suami ini teringat bahwa dia pernah mencuri uang ibunya sebesar Rp 50 perak. Nominal yang sangat kecil bagi kita. Tanpa berpikir panjang, si Suami ini langsung menelpun ibunya dan meminta maaf akan kejadian tersebut dan sang Ibu pun memaafkan atas kesalahan anaknya tersebut. Setelah kejadian itu, keajaiban pun terjadi. Penyakit yang diderita sang Istri hilang sengan sendirinya tanpa dioperasi.
Secuil kisah pendek ini mungkin bisa menjadi cermin bagi kita untuk mengintropeksi diri seberapa besar kesalahn yang telah kita perbuat.

5.      MENYANDARKAN DAN MEMASRAHKAN URUSAN KEPADA ALLAH
Pada hakekatnya kita hidup di dunia ini merupakan sebuah ujian. Dan segala kesibukan dan urusan harus kita sandarkan dan kembalikan kepada Allah. tapi kita juga diwajibkan oleh Allah untuk berusaha dan bekerja sebaik mungkin yang kita bisa lakukan dan barulah kita pasrahkan kepada Allah dengan iringan doa secara continue….

6.      BERPERILAKU BAIK
Hal ini mungkin sudah tidak asing lagi ditelinga kita. Kita sering mendengarkan nasehat dari orang tua, guru-guru, ustadz untuk selalu berperilaku baik kepada semua makhluk baik itu sesama manusia atau kepada hewan maupun alam semesta. Ada sebuah pepatah yang mengatakan seperti ini “ Barang siapa yang berbuat baik kepada orang lain maka orang lain pun akan berbuat baik kepada kita.

7.      BERSYUKUR DAN BERSABAR
Hal ini lah yang sering dilupakan dan jarang dilakukan manusia setelah mendapatkan banyak nikmat yaitu bersyukur. Padahal ada sebuah ayat di Al Quran yang menyatakan bahwa “ barang siapa yang bersyukur atas nikmat yang telah diberikan maka Allah akan menambah nikmat yang lebih dari sebelumnya. Begitu juga sebaliknya, , kita harus bersabar atas ujian yang diberikan, jangan mudah untuk putus asa untuk menggapai sesuatu yang kita inginkan

SEMOGA BERMANFAAT DAN DAPAT KITA APLIKASIKAN DALAM KEHIDUAPAN ….. AMIN……….. 

Sabtu, 16 Juni 2012


Kalau anda bertanya kepada para siswa, apa bedanya guru dan siswa maka mereka akan dengan seragam mengatakan kalau guru mengajar dan siswa diajar dan heeeem belajar. Benarkah jawaban para siswa tersebut?
Guru adalah orang yang bertugas mendidik dan mentransferkan ilmunya kepada para peserta didiknya. Siswa adalah peserta didik yang berhak mendapatkan bimbingan dari seorang guru. Guru dan siswa adalah satu kesatuan dalam proses pendidikan. Masing-masing berperan dengan fungsi dan tugasnya masing-masing. Guru dan siswa sama-sama memiliki hak dan kewajiban.
Hak seorang guru adalah mengajarkan ilmunya, sedangkan kewajiban seorang guru adalah mentransferkan ilmu yang dimilikinya dengan gaya mengajar yang unik. Anda boleh berbeda dengan saya, karena banyak hak dan kewajiban seorang guru yang bisa dituliskan di sini. tapi intinya guru berhak mendapatkan kesejahtaeraan yang layak setelah segala kewajibannya telah dia penuhi. Sama halnya dengan seorang warga negara yang baik. Dia memiliki kewajiban membayar pajak kepada negara, tetapi setiap warga negara berhak mendapatkan pelayanan yang layak dari negara.
Hak seorang siswa adalah mendapatkan bimbingan dan pelayanan prima dari guru. Sedangkan kewajiban siswa yang utama adalah belajar, berusaha memahami ilmu pengetahuan yang disampaikan oleh gurunya. Di sinilah terjadi proses interaksi guru dan siswa. Siswa dan guru sebenarnya sama-sama belajar. Mereka melakukan apa yang disebut proses pembelajaran. Dari proses pembelajaran inilah didapatkan potensi unik siswa dan hasil belajar yang diharapkan. Guru mengajar, siswa diajar. Guru mengawasi, siswa mengerjakan kegiatan yang diperintahkan guru. Semua perintah guru itu tertulis dalam apa yang disebut rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).
Namun, seiring berjalannya waktu, peran dan fungsi mereka tidak lagi diajar dan mengajar. Guru dan siswa sebenarnya sama-sama belajar. Di sanalah terjadi proses pembelajaran. Sebuah proses yang membawa guru dan siswa berinteraksi dalam memahami materi pelajaran. Guru dan siswa sama-sama mengupas kebenaran yang terjadi dalam khasanah ilmu pengetahuan yang beragam. Di sanalah terjadi proses yang disebut saling memberi informasi dan saling berkomunikasi. Dimana siswa bertanya, guru menjawab. Begitupun sebaliknya, bila guru ingin menguji sampai dimana pemahaman siswa tentang materi yang diberikannya. Sebenarnya dalam era TIK sekarang ini banyak guru yang belajar dari siswa. Banyak guru yang belum melek TIK, dan belajar dari para siswanya. Akhirnya siswa mengajar guru, dan guru diajar siswa. Dimana pernah terjadi ada siswa SMK yang mengajari gurunya berinternet ria. Salahkah? Tidak. Itu sudah biasa.
Dalam sebuah pembelajaran yang efektif, guru dan siswa akan saling melengkapi. Dimana guru bertugas merencanakan pembelajaran dan siswa adalah peserta didik yang akan mendapatkan pembelajaran dari yang direncanakan guru. Ketika guru merencanakan pembelajarannya dengan sangat matang, maka terjadilah proses pembelajaran yang sangat menantang siswa untuk mengeksplore pengetahuan itu. Tetapi, bila guru tak matang dalam membuat perencanaan pembelajaran, maka pembelajaran menjadi terkesan membosankan. Tak terlihat lagi suasana yang saling menyenangkan, menyenangkan siswa, dan juga menyenangkan guru. Kalau itu sampai terjadi, guru harus melakukan instropeksi diri dan lakukanlah sebuah Penelitian Tindakan Kelas (PTK).
Pembelajaran yang berkualitas dapat tercapai karena adanya guru yang memahami perannya dengan baik, sehingga siswa merasakan bahwa gurunya adalah guru yang bisa mendampinginya dalam memahami khasanah ilmu pengetahuan yang bertebaran di muka bumi ini. Guru memerlukan siswa, siswa memerlukan guru. Adakah guru tanpa siswa? Lalu adakah siswa tanpa guru? Guru dan siswa seperti romeo dan yuliet yang saling menyayangi dan membutuhkan. Kalau ada kasus, dimana guru sampai menampar siswa, itu tandanya nilai-nilai kasih dan sayang telah berkurang di hati guru. Mungkin guru itu perlu belajar dan menonton film Romeo and Yuliet. Atau juga perlu menonton film best seller laskar pelangi berkali-kali.
Guru dan siswa adalah pasangan pembelajaran yang tak akan pernah hilang dalam dunia pendidikan kita. Tinggal kita mengolahnya menjadi pasangan yang indah, penuh warna-warni bak pelangi, dan disanalah para guru akan lebih mengenal karakter para siswanya dengan baik.
Salam Blogger Persahabatan


Melihat dari beberapa peristiwa pada akhir-akhir ini, sering kita melihat banyak demonstrasi yang dilakukan baik itu dilakukan oleh mahasiswa, aktivis, buruh bahkan para petani pun melakukan demonstrasi. Baik itu skalanya besar maupun kecil.  Ini menandakan bahwa belum adanya suatu kepuasan dari rakyat terhadap para pemimpin mereka yang duduk di pemerintahan dan ini memungkinkan sedang terjadi banyak masalah yang belum bisa teratasi dengan baik di Negara ini.
Memang di dalam suatu negara yang menganut paham demokrasi, suatu demonstrasi memang wajar untuk dilakukan. Tetapi perlu kita ketahui bahwa semua masalah atau pun memberikan suatu kritikan kepada suatu instansi/lembaga tidak harus dengan jalan melakukan demonstrasi. Ada beberapa jalan alternatif yang bisa ditempuh, antara lain : melalui email ke dinas yang bersangkutan, melalui dialog-dialog yang lebih efektif jika bisa dilakukan.  Kita sering melihat demonstrasi itu malah mengganngu kepentingan umum bahkan merusak beberapa fasilitas umum atau bangunan/kendaraan dinas. Mereka tidak sadar bahwa yang mereka rusak itu merupakan uang dari rakyat dan untuk mengganti yang mereka rusak itu pun juga menggunakan uang rakyat.   Inilah sesuatu yang menimbulkan pertanyaan  saat melakukan demonstrasi. Apakah benar mereka ( para demonstron ) melakukan demonstrasi untuk kepentingan rakyat.??????
Alangkah baiknya kita melakukan mediasi kepada pihak yang bersangkutan untuk melakukan suatu musyawarah dan dapat menghasilkan suatu keputusan yang mufakat sehingga dapat disepakati oleh pihak-pihak yang bersangkutan. Tetapi kita harus menyadari realita yang terjadi, bahwa sering kita ketahui pihak yang bersangkutan terutama kita menyoroti tentang pemerintah dan juga para anggota DPR tidak begitu merespon dengan cepat dan tanggap masalah apa yang sedang terjadi di masyarakat. Sehingga membuat masyarakat begitu jengkel dan ingin memberikan suatu masukan ataupun kritikan kepada mereka tetapi sulit sekali untuk hanya memberikan suatu kritikan apalagi bertatap muka langsung dengan mereka. Akhirnya dengan situasi seperti ini mereka melakukan demonstrasi dengan untuk mencari perhatian dari media untuk diekspos dan akhirnya pemerintah pun mulai disoroti dan mau bergerak. Memang sungguh aneh, kalau tidak di demo seolah-olah pemerintah nyantai-nyantai aja dalam menghadapi masalah yang ada. Tapi kalau demo kebanyakan malah mengganggu kepentingan/fasilitas umum. Semoga mereka semua sadar baik itu dari masyarakat atau pemerintah atas tanggung jawab yang diberikan kepada mereka. Amiiiin.